Ternyata Otak dibalik Pembunuh Mirna Bukan Jessica Tetapi Orang Ini… Sangat Mengejutkan…!!!

42
SHARE

Ternyata Otak Pembunuh Mirna Bukan Jessica Tetapi Suaminya, Arief Sumarko Kuasa Hukum Jessica Kumala Wongso, Otto Hasibuan tiba-tiba melempar bola panas dalam persidangan pembunuhan Wayan Mirna Salihin.
Dia menyatakan Barista Cafe, Rangga, pernah menerima uang Rp 140 juta untuk membunuh Mirna

Mirna.Bukan Jessica, Motifnya Arief Sumarko Ingin Menikahi Kembaran Mirna, Cinta. 140 Juta uang Darinya Untuk Memuluskan Rencanya.
Tetapi hingga berita ini di turunkan belum ada kejelasan bukti kuat bahwa otak pembunuhnya adalah suaminya sendiri. (sba*)

Itulah informasi yang dapat kami sampaikan semoga kasus Jessica cepat terselesaikan dan pembunuh sebenarnya cepat tertanggap.Kuasa Hukum Jessica Kumala Wongso, Otto Hasibuan tiba-tiba melempar bola panas dalam persidangan pembunuhan Wayan Mirna Salihin. Dia menyatakan Barista Cafe, Rangga, pernah menerima uang Rp 140 juta untuk membunuh Mirna.“Dalam BAP bahwa Anda pernah didatangi seseorang bahwa menerima uang Rp 140 juta dari Arief (suami Mirna) untuk membunuh Mirna,” kata Otto dalam sidang di Pengadilan NegeriJakarta Pusat, Rabu (27/7).JANGAN HANYA MENYURUH ISTRI TAMPIL CANTIK TANPA ADA MODAL PERAWATAN, ISTRIMU BISA TAMPIL CANTIK SEPERTI ARTIS JIKA DIMODALI…YANG SETUJU SILAHKAN DI SHARE…
Mendengar itu, Rangga mengaku memang sempat didatangi seseorang ke kafe lalu menuduhnya menerima uang Rp 140 juta dari Arief. Saat itu belum jam operasional, pria yang tak dikenali identitasnya bicara dengan nada tinggi.Astaghfirullah!!!.. Suami Balik Kerja, Ternyata Menemukan Istrinya … Sedang begituan Dengan Teman kerjanya Lihat Apa Yang Terjadi Selanjutnya …

Rangga mengaku ada seseorang dengan pakaian loreng-loreng, namun dirinya tak mau menyimpulkan kalau itu dari aparat kepolisian. Menurutnya, semua kejadian itu sudah dilaporkannya ke Polda Metro Jaya.Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ardhito, menegaskan, Rangga tak pernah menerima imbalan dalam bentuk apapun termasuk uang.

“Di mana saat membuat BAP, psikolog itu ada kesimpulannya bahwa Rangga salah satunya tidak memiliki potensi melakukan tindak kekerasan. Katanya dapat uang tapi setelah dicek tidak ada,” kata Ardhito