Suami Mengamuk Setelah Mengetahui Istrinya Hamil , Karena 2 Tahun Ia Selalu Menggunakan Kondom Saat Bercinta Dengan Sang Istri

86
SHARE
Suami Mengamuk Setelah Mengetahui Istrinya Hamil , Karena 2 Tahun Ia Selalu Menggunakan Kondom Saat Bercinta Dengan Sang Istri.
Seorang pria menolak mengakui anak ketiga yang dilahirkan istrinya. Ia meragukan jika bayi berjenis kelamin laki-laki itu anak kandungnya.

Dikutip dari Sebarkanberita.comĀ , pria berusia 40 tahun itu kehidupannya cukup berada.

Namun baginya dua anak cukup dari hasil pernikahannya.

Kemudian dia memilih memakai kondom selama dua tahun saat berhubungan intim dengan istrinya Qaren 32 karena tidak ingin anak lagi.

Tapi sayang beberapa bulan lalu istrinya telah melahirkan seorang bayi laki-laki.

Pada oktober lalu Qaren telah melahirkan anak ketiganya, di tengah kebahagiaan seorang istri mendapatkan anak lelaki yang selama ini di idam-idamkannya menjadi haru ketika suaminya enggan mengakui bayi itu adalah anak mereka.

Bahkan dia menuduh istrinya selingkuh dengan pria lain selama ketiadaannya, sampai permasalahan salah paham itu akhirnya dibawa ke kantor pengadilan agama pada Rabu (9/11/2016).

Qaren berharap suaminya itu sadar dengan kesalahannya yang tidak mengakui anak ketiganya itu.
Menurut Qaren suaminya itu memang tidak ingin memiiki anak lagi setelah dia melahirkan anak kedua, dengan alasan kebutuhan ekonomi yang semakin meningkat.

Pada tahun 2011 Qaren terpaksa mengalah dengan mengamalkan pil kontrasepsi, dan melepaskannya pada tahun 2014 setelah suaminya itu setuju memakai kondom bila berhubungan badan.

Pada awalnya rencana mereka berjalan lancar sampai pada penghujung tahun lalu Qaren dinyatakan mengandung, karena kondom yang dipakai suaminya itu bocor.

Takut dipaksa suami untuk digugurkan, Qaren memilih untuk diam dan menyembunyikan isinya dalam beberapa bulan, kebetulan pada tahun itu suaminya yang bekerja sebagai pelaut hampir 6 bulan tidak pulang kerumah.

Sementara Suami Qaren ketika ditanya mengatakan dia geram dengan istrinya yang tidak mengaku bahwa dia hamil.

“Katanya takut saya marah dan menyuruhnya menggugurkan kandungan”, kata pria yang enggan di sebut namanya itu.

Menurutnya, ia memang tidak berkeinginan punya anak lagi, apalagi kehidupan ekonomi yang semakin meningkat.

Dia yang bekerja sebagai kuli kapal merasa tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan keluarganya yang ada, ditambah lagi istrinya yang menolak untuk bekerja konon mengurus anak anak.

Namun permasalahan ini hakim pengadilan masih belum memutuskan solusi, sampai hasil DNA bayi berkenan dikeluarkan oleh pihak rumah sakit.