Dimutasi ke Pekanbaru, Dora Lawan Mahkamah Agung: Saya Ditindas Habis-habisan

245
SHARE

Dimutasi ke Pekanbaru usai menduduki jabatan empuk eselon IV di Mahkamah Agung Dora Natalia Singarimbun curhat kalau hukuman yang dia terima tidak sebanding dengan perbuatan yang telah dilakukannya.

Dora buka-bukaan terkait kepindahannya ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Pekanbaru, Rabu (4/1/2017).

“Oleh Mahakamah Agung saya benar-benar ditindas habis-habisan, dan kalaupun dimutasikan. Mutasikan pakai hati lah,” ujar Dora Natalia saat berkunjung ke kantor Tribun Pekanbaru.

Mulai dari sanksi yang dijatuhkan padanya yang dinilainya tidak sebanding dengan kesalahan yang diperbuat, sampai persoalan kodisi ia harus melanjutkan pekerjaannya meski saat ini jauh dari kedua anaknya.

Dora mengaku akan bekerja maksimal dan menerima sanksi yang diterimanya.

Akan menunjukkan bahwa ia mampu bangkit dan akan memberikan yang terbaik. Lihat detik-detik saat Dora Natalia serang polantas Aiptu Sutisna:

Ia kembali mengenang peristiwa di Jalan Jatinegara Barat, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa 13 Desember 2016.

Dora mengakui caranya menegur Aiptu Sutisna keliru dan tidak pantas.

Dora Natalia Singarimbun
Dora Natalia Singarimbun menerima wawancara Tribun Pekanbaru di hari pertama bekerja di PTUN Pekanbaru, Rabu (4/1/2017). Selama wawancara Dora didampingi Sekretaris PTUN Pekanbaru Andri Saputra. TRIBUN PEKANBARU/BUDI RAHMAT

Setelah video itu viral, Dora bersyukur dan berterima kasih kepada Kapolda Metro Jaya M Iriawan yang mau mempertemukannya dengan Aiptu Sutisna, anggota Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

Kapolda dan Aiptu Sutisna sudah memaafkan Dora, termasuk mencabut perkara.

Kabar tak sedap diterima Dora dari tempatnya bekerja di Mahkamah Agung sampai ia dimutasi ke PTUN Pekanbaru.

“Kalau pun dimutasi pakai hati, saya kan masih ada anak kecil. Kecuali saya melakukan tindakan memalsukan tanda tangan, bermain perkara, okelah saya dimutasikan,” cerita Dora kepada Tribun Pekanbaru di PTUN Pekanbaru, Rabu (4/1/2017) kepada Tribunpekanbaru.com (Tribunnews Network).

Dora sangat menyayangkan hanya karena pertengkarannya dengan polisi di tengah jalan harus dimutasi.

Ia menganggap apa yang dialaminya adalah peristiwa yang biasa terjadi di jalanan sehingga ia anggap sepele.

“Tapi Mahkamah Agung malu, malunya apa di situ? Begitu loh. Apapun (sanksi, red) itu saya terima. Buktinya saya datang ke Pekanbaru dan saya sudah melapor ke Pak Ketua,” imbuh Dora.

Ia mengaku siap ditempatkan di mana pun.

Diketahui, Dora ditempatkan di Bagian Perencanaan Informasi Teknologi dan Pelaporan di Kesekretariatan PTUN Pekanbaru.

Tempo hari Dora sempat meminta Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali mempertimbangkan untuk tidak memutasinya.

Baca: Kedutaan Arab Saudi Hadiahi Aiptu Sutisna Naik Haji Gratis
“Saya sempat masuk keluar ruangan beliau tapi tidak diizinkan. Saya terima seperti sekarang ini,” imbuh dia.

Ia mengaku secara pribadi tak ada lagi yang bisa diharapkan.

Melihat anak-anaknya yang masih kecil-kecil Dora tetap berbuat yang terbaik untuk keluarganya.

“Melihat anak-anak saya berusaha tegar. Karena ini juga berat saya menjalaninya. Mau meninggalkan anak-anak saya juga masih kecil-kecil,” aku dia. (*)